UFO (Part 2)

Apa sih sebenarnya UFO dan dan makhluknya itu...?

UFO dan IFO
Penelitian terhadap laporan-laporan UFO yang dilakukan hingga sekarang menunjukkan, bahwa sebagian besar daripadanya disebabkan oleh salah tafsir dari benda-benda biasa seperti benda-benda astronomis, balon udara, pesawat udara, satelit, dan sebagainya, di samping salah tafsir gejala-gejala alam biasa yang disebabkan oleh inversi suhu dan lain-lain. Laporan-laporan UFO (=Unidentified Flying Objects=Benda-benda Terbang tidak Dikenal) yang telah berhasil dikenal itu rata-rata mencapai 90% dari semua laporan yang masuk dan dengan demikian berubah menjadi laporan IFO (Identified Flying Objects = Benda-benda Terbang Dikenal). Istilah IFO diciptakan oleh Dr.J.A.Hynek. 

 Penelitian terhadap laporan-laporan UFO yang dilakukan hingga sekarang juga menunjukkan, bahwa selalu terdapat sisa yang tidak dapat dikenal sebagai benda atau gejala biasa dan yang jumlahnya mencapai sampai 10% Golongan yang tidak percaya akan adanya UFO semula mengharapkan bahwa semua laporan UFO akan dapat dijadikan laporan IFO. Namun di dalam kenyataan harapan mereka tidak tercapai: laporan akhir Proyek “Buku Biru” pada tahun 1968, yang disusun oleh almarhum Dr.Edward U.Condon (lebih terkenal dengan nama Laporan Komite Condon), yang terkenal berat sebelah sekalipun, terpaksa mengakui adanya sejumlah laporan UFO yang tidak dapat diterangkan. Malahan sifat mondial dan berkesinambungan dari penyaksian-penyaksian UFO masih terjadi hingga sekarang.

Adalah sesuatu hal yang menarik, bahwa dari laporan-laporan UFO sampai sekarang itu dapat disimpulkan adanya ciri-ciri yang sama sehingga dapat diikhtisarkan di dalam pembahasan lebih lanjut di bawah ini.

Klasifikasi Gejala UFO Menurut Sistem Hynek
Peneliti UFO terkemuka Dr.J.A.Hynek di dalam bukunya “The UFO Experience, A Scientific Inquiry” (Regnery, Chicago, 1972) mengemukakan suatu sistem klasifikasi gejala UFO yang kini cukup tersebar luas. Salah satu istilahnya bahkan dijadikan judul film oleh sutradara Spieberg yang menjadi “box office” melebihi karyanya terdahulu “Jaws”.

Gejala UFO menurut sistem Hynek dibagi menjadi:
  1. NL, singkatan dari ‘Nocturnal Lights’: Cahaya-cahaya Malam Hari. 
  2. DD, singkatan dari “Daylight Discs”: Cakram-cakram Siang Hari. 
  3. RV, singkatan dari “Radar Visual”: UFO Reports: laporan-laporan UFO yang serentak secara visual dan dengan radar. 
  4. CE-I, singkatan dari Close Encounters of the First Kind: Perjumpaan Dekat Jenis Pertama. Meliputi penyaksian UFO jarak dekat, yaitu 500' (150 m) atau kurang, tanpa efek fisik. 
  5. CE-II, singkatan dari “Close Encounters of the Second Kind”: Perjumpaan Dekat Jenis Kedua. Meliputi penyaksian UFO jarak dekat yang menimbulkan efek fisik terhadap tanah, benda dan makhluk di sekelilingnya. 
  6. CE-III, singkatan dari “Close Encounters of the Third Kind”: perjumpaan Dekat Jenis Ketiga. Meliputi penyaksian UFO serta makhluk-makhluknya (sering disebut “humanoids”, “occupants” atau “UFO-naut”).
 Klasifikasi gejala UFO menurut sistem Hynek terbukti cukup praktis dan merupakan langkah kemajuan penting di dalam penelitian UFO, meskipun boleh jadi belum sempurna. Sebagai contoh UFO berbentuk silinder yang tampak pada siang hari akan digolongkan ke mana? Di bawah ini akan disajikan ikhtisar gejala UFO sekedar untuk memperoleh gambaran umum yang menyeluruh.

Wahana UFO
Bentuk UFO. Mayoritas laporan UFO menyebutkan bentuk cakram. Demikian pula bentuk bola, telur (elipsoida), dan variasinya. Bentuk bidang meliputi sayap delta, sayap panah dan sabit. Bentuk cerutu meliputi apa yang kadang-kadang dinamakan kapal selam terbang, silinder terbang dan bentuk-bentuk lain yang memanjang. Di samping itu perlu dicatat bahwa dilaporkan pula UFO yang berbentuk cahaya dan ada pula yang seperti asap. Salah satu misteri yang belum terpecahkan mengenai bentuk UFO ialah adanya sejumlah penyaksian UFO yang melaporkan perubahan, pemecahan dan penggabungan bentuk serta muncul dan lenyapnya UFO yang mendadak.

Ukuran UFO. Ukuran UFO sulit diperkirakan apabila dilihat dari jauh dan tanpa titik referensi, kecuali jikalau kebetulan tersedia alat-alat pengukur. Ukuran UFO yang dilaporkan dalam kasus-kasus perjumpaan dekat umumnya dari 5-6 m sampai sebesar sebuah pesawat terbang penumpang. Ada pula yang berukuran raksasa, meskipun jarang dilaporkan. UFO berbentuk cakram dengan garis tengah melebihi 300' (90 m) pernah dipotret dengan kamera-kamera pelacak roket di medan percobaan peluru kendali di White Sands, New Mexico (27-4-1950). UFO berbentuk bulan sabit dengan garis tengah di antara 500-600 m (1640'-1840') pernah disaksikan dan diukur oleh para ahli astronomi di stasiun astronomi Kazan, Uni Sovyet (18 Juli 1967).

Jumlah. UFO disaksikan dalam jumlah yang tidak tertentu, mulai dari sebuah sampai kepada formasi UFO seperti dalam kesatuan skadron dan wing suatu Angkatan Udara. Jumlah UFO yang paling banyak barangkali adalah yang disaksikan di Amerika Serikat pada malam hari tanggal 20 April 1952 ketika dalam jangka waktu 85 menit lewat 20 kelompok yang masing-masing ketika dalam jangka waktu 85 menit lewat kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 sampai 9 buah UFO, jadi semuanya berjumlah antara 40 sampai 180 buah! UFO itu mempunyai bentuk yang seragam, yaitu cerutu bersayap yang berpijar yang dikelilingi oleh cahaya pendar berwarna merah.

Olah Gerakan. Ciri-ciri khas olah gerakan UFO adalah belokan 90 derajat, berbalik 180 derajat secara mendadak, percepatan dan perlambatan secepat kilat (pernah ada yang dihitung mencapai 10.000 G), lintasan gelombang, sewaktu turun bergoyang-goyang seperti daun jatuh, dan sebagainya. Dengan demikian oleh gerakan UFO sangat berlainan dari pesawat terbang, di mana daya tahan fisik penerbangnya membatasi percepatan, perlambatan dan ketajaman berbelok yang umumnya tidak melebihi 6 G (dalam hal G negatif malahan lebih kecil). Faktor pembatas lainnya ialah konstruksi pesawat terbang itu sendiri yang tidak hanya memerlukan kekuatan akan tetapi juga (dan terutama) keringanan agar memiliki daya muat yang memadai. Bagaimanakah UFO mampu melakukan olah gerakan yang fantastik menurut ukuran teknologi kita sekarang itu? Apakah UFO hanya sekadar gambar proyeksi holografi yang oleh karenanya mempunyai sifat-sifat seperti cahaya? Ataukah UFO itu merupakan pesawat tanpa awak? Ataukah ia membawa penumpang berupa makhluk-makhluk dengan daya tahan fisik yang lebih unggul dari kita? Ataukah penumpangnya sama dengan kita, akan tetapi yang sudah menguasai teknologi untuk mengatur gaya berat maupun gaya lembam sekehendaknya? 

Spektrum Kecepatan UFO. Spektrum kecepatan UFO, yang di dalam bahasa Inggris disebut “Flight Envelope”, menurut laporan-laporan penyaksian ialah dari 0 km sejam sampai kecepatan orbital. UFO memiliki sifat-sifat pesawat VTOL yang mampu bertolak dan mendarat secara tegak lurus, hal tersebut diketahui dari kurang lebih 500 kasus pendaratan yang dilaporkan sampai tahun 1976. Berulang kali UFO dilaporkan terbang mengikuti helikopter dan pesawat-pesawat terbang kita dari jenis bermotor piston, turboprop sampai pancargas, dengan kecepatan yang sama, sehingga UFO mampu terbang lambat sampai “high subsonic”. Kemampuan UFO untuk terbang dengan kecepatan supersonik sudah dilaporkan sejak penyaksian pertama pada tanggal 24 Juni 1947, sebelum ada pesawat terbang supersonik! Kemampuan UFO untuk mencapai kecepatan hipersonik dan orbital diketahui sejak penyaksian 2 penerbang DC-4 PANAM Nash & Forstenberry pada tahun 1952, di mana yang paling mengagumkan ialah bahwa formasi UFO yang mencapai kecepatan itu terbang lebih rendah dari pesawat tersebut. Segi yang mengagumkan dari penyaksian itu ialah bahwa UFO mampu terbang di dalam lapisan atmosfir dengan kecepatan orbital tanpa terbakar. UFO yang berbentuk bulan sabit menurut pengamatan dan perhitungan para ahli astronomi di Kazan, Uni Sovyet (1967) mempunyai kecepatan 5 km sedetik. Ketika astronot James Mc. Divitt (Gemini IV, 1964) memotret UFO yang mengikuti kapsulnya, ia sedang mengorbit dengan kecepatan 8 km sedetik. Pada tanggal 14 November 1969 para astronot Apollo XII Pete Conrad, Allan Bean, dan Dick Gordon dikawal oleh sebuah UFO di depan mereka sampai lebih dari separo perjalanannya ke bulan, hal tersebut berarti bahwa UFO itu tampak pada kecepatan sekitar 11,2 km sedetik.

Demikianlah kecepatan UFO yang pernah disaksikan dan diumumkan. Apakah UFO mampu mencapai kecepatan yang lebih besar dari angka-angka tersebut di atas, sampai sekarang belum terungkap. Apakah UFO itu mampu untuk mencapai atau melebihi kecepatan cahaya merupakan dugaan belaka yang timbul dari persangkaan bahwa ia berasal dari tata surya atau galaksi lain yang jauh dari sini. Andaikata dugaan itu benar, maka hal itu tidak dapat ditangkap oleh alat-alat observasi kita.

Teknologi UFO. Berbagai pandangan mengenai teknologi UFO yang terdapat sampai tahun 1960 telah dituangkan dalam buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang”. Pandangan baru sesudah itu timbul di Prancis yang kemudian berkembang menjadi konsep “Aerodin MHD” (Magneto-Hidrodinamika). Karya ilmiah berjudul “Magneto-hydrodynamic Aerodynes” diajukan di dalam konperensi Pusat Studi UFO (CUFOS Conference) di Lincolnwood, Illinois, pada tahun 1976. Para penulis ialah Dr. Jean-Pierre Petit, kepala penelitian dari C.N.R.S. (Centre National de Recherches Scientifique-Pusat Nasional Riset Ilmiah), Dr.Claude Poher kepala bagian sistem ilmiah dan proyek dari C.N.E.S (Centre National d’Etude Spatiales-Pusat Nasional Studi Antariksa) dan ahli astronomi Maurice Viton. Dr.Petit ialah ahli fisika plasma dan astrofisika, yang melakukan penelitian teoretis tentang sistem propulsi MHD. Minatnya terhadap UFO bangkit oleh timbulnya persamaan antara model-model teoretisnya dengan gejala-gejala UFO yang disaksikan.

Sistem MHD yang mempergunakan interaksi antara gerakan fluida dengan medan magnit itu dapat berfungsi baik sebagai generator maupun akselerator. Aerodin MHD memakai pembangkit tenaga listrik yang kuat tetapi ringan, dan pelepasannya akan menimbulkan medan-medan listrik dan magnet di udara sekelilingnya. Gaya Lorentz yang bekerja terhadap udara yang terionisasikan itu mengubah pembagian tekanan sehingga menimbulkan baik gaya angkat maupun gaya dorong. Jikalau medan magnetnya kecil, bentuk-bentuk silinder dan bola adalah praktis, hal tersebut dibuktikan secara empiris dalam laboratorium dengan memakai cairan. Dengan semakin besarnya medan magnet, efek Hall menjadi penting, sehingga diperlukan bentuk cakram. Aerodin MHD memiliki sifat-sifat terbang seperti helikopter, yaitu mampu bertolak dan mendarat tegak lurus, mengambang, maju, mundur atau bergerak ke samping.

Aerodin MHD menerangkan banyak aspek dari gejala UFO dengan baik. Misalnya, UFO di dalam kasus-kasus Pater Gill dan lain-lain memperlihatkan adanya lajur-lajur pada dindingnya yang pada malam hari tampak seperti jendela persegi panjang yang bercahaya terang. Menurut konsepsi Aerodin MHD, lajur-lajur itu adalah elektroda-elektroda yang merupakan bagian dari sistem MHDnya. Namun, sama halnya dengan konsepsi-konsepsi sebelumnya yang dimuat dalam buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” dari tahun 1960, konsepsi Aerodin MHD juga terbentur kepada kesulitan, bagaimana menciptakan suatu pembangkit tenaga listrik yang maha kuat tetapi sangat ringan, yaitu yang menghasilkan daya listrik rata-rata antara 400 sampai 4000 MW akan tetapi dengan berat hanya 10 ton!

Di dalam dasawarsa 60-an dan 70-an semakin banyak ahli ilmu pengetahuan yang ternama secara terang-terangan menaruh minat terhadap masalah UFO. Di antaranya terdapat Prof.Dr.F.Witenberg dari Universitas Nevada yang terkenal karena konsepsi reaktor fusion yang memakai berkas elektron di samping karya-karyanya tentang reaktor mikroeksplosi. Beberapa waktu yang lalu pandangan-pandangan Prof.Dr.F.Witenberg tentang dasar-dasar fisika dari teknologi UFO yang orisinal itu termuat dalam karyanya berjudul: “The Physical Possibility of Macroscopic Bodies Approaching Zero Rest Mass and the UFO Problem”. (Kemungkinan fisika dari benda besar untuk mendekati massa henti nol dan persoalan UFO) yang dikemukakan di dalam konperensi MUFOS 1976.

Sebagaimana diketahui, laporan-laporan UFO oleh saksi-saksi yang sangat dapat dipercaya memperlihatkan persamaan adanya benda fisik yang padat dengan sifat-sifat: tanpa atau hampir tanpa massa lembam, dikelilingi oleh pelepasan karangan cahaya (corona discharge), memiliki medan magnit yang kuat dan tidak menimbulkan guntur sonik pada kecepatan tinggi yang dilaporkan. Menurut Prof.Dr.F.Witenberg sifat-sifat tersebut menunjukkan keadaan materi (State of Matter) yang mendekati massa henti nol (Zero rest mass). Jikalau keadaan materi sedemikian itu ada sungguh-sungguh, maka jarak-jarak interstellar sekalipun dapat ditempuh dalam waktu singkat dan dengan penggunaan energi yang sedikit. Materi yang terdiri dari monopole magnetik boleh jadi memungkinkan keadaan materi yang demikian itu. Oleh karena medan monopolo berkurang jauh lebih lambat daripada medan dipole, maka hal itu dapat menerangkan efek magnetik yang dilaporkan bertalian dengan UFO. Medan listrik imbas yang ditimbulkan oleh gerakan yang cepat dari medan monopole dapat menerangkan cahaya yang tampak mengelilingi UFO sebagai pelepasan karangan cahaya. Medan magnit yang kuat dapat pula menerangkan tidak adanya guntur sonik.

Pola Operasi UFO: Ruang dan Waktu. Dari laporan-laporan UFO sebelumnya, pada tahun 1951 sudah diketahui adanya pola tertentu dari operasi-operasi UFO. Semakin banyaknya laporan kegiatan UFO hingga kini menambah jelasnya pola operasi yang dimaksud. Daerah operasi UFO meliputi seluruh dunia dan bersifat terus menerus. Namun demikian kegiatannya tidak terjadi serentak di seluruh dunia, melainkan dikonsentrasikan di suatu benua, atau kawasan, secara bergantian dan pada waktu yang berlainan. Konsentrasi kegiatan UFO demikian itu lazim disebut “Gelombang UFO” (“UFO Wave”), seperti di U.S.A. pada tahun-tahun 1947, 1952, 1957, di Prancis pada tahun 1954, di Inggris pada tahun 1967, di Afrika Selatan pada tahun 1972 dan sebagainya. Menurut penelitian Dr.David R.Saunders, kebanyakan gelombang UFO terjadi dengan selang waktu 61 bulan (atau 1853 hari). Demikian pula lokasinya berpindah ke arah timur. Berdasarkan hasil penelitiannya Dr.Saunders berhasil meramalkan tangal dan lokasi terjadinya gelombang UFO tahun 1972 dengan tepat. Peneliti UFO dari Prancis Aime Michel menemukan bahwa penyaksian-penyaksian UFO di suatu wilayah pada suatu waktu yang berdekatan terjadi di tempat-tempat yang terletak pada sebuah garis lurus. Gejala itu disebut “Orthoteny” dan populer terutama dalam tahun 60 an.Menurut Dr.J.A.Hynek, pola operasi UFO memperlihatkan bahwa mula-mula mereka mengamat-amati suatu daerah yang luas secara umum seperti kita melakukan tahap “general reconnaissance”. Kemudian jikalau mereka menemukan sesuatu yang menarik perhatian, maka menyusullah survey intensif dan terperinci di daerah yang lebih sempit yang anehnya selalu berjangka waktu 7 hari! Mengenai saat terjadinya penyaksian UFO dapat dikemukakan adanya puncak-puncak kegiatan yaitu pada petang hari (pukul 19-20) dan pada dini hari (pukul 3 pagi).

Sasaran Operasi UFO. Sering atau jarangnya UFO muncul di suatu tempat tidak tergantung dari padat tipisnya penduduk, melainkan dari “nilai teknis” tempat itu. Sasaran operasi UFO nomor wahid ialah instalasi-instalasi nuklir, disusul oleh pusat-pusat dan sarana perhubungan, kemudian anehnya danau, waduk dan sungai yang tenang, obyek-obyek militer, pusat-pusat percobaan pesawat udara dan roket, pusat-pusat tenaga listrik, tempat-tempat yang penting bagi pertambangan dan geologi, serta flora, fauna dan manusia. Yang terakhir ini terutama merupakan sasaran dari makhluk-makhluk UFO yang keluar dari UFO yang mendarat. Menurut Dr.J.A.Hynek seringnya penyaksian UFO di atas instalasi-instalasi nuklir dan obyek-obyek militer mungkin disebabkan karena adanya penjagaan yang terus menerus. Siapa tahu sasaran-sasaran lain juga dikunjungi sama kerapnya, akan tetapi tidak diketahui oleh karena tidak selalu ada saksinya. Aneh menurut ukuran kita sasaran yang menjadi prioritas tinggi ialah danau, waduk, dan sungai yang tenang airnya. apakah yang menjadi pendorong bagi mereka? Apakah di plandet mereka tidak ada waduk, danau, atau sungai? (Ingat kasus Carl Higdon, yang menurut makhluk UFO di tempat asalnya tidak terdapat ikan). Ataukah air, terutama air tawar, mengandung daya penting dan berguna yang masih belum kita ketahui? Ataukah mereka menyelidiki air sehubungan dengan sifatnya untuk memantulkan atau menahan neutrino, padahal bumi saja bisa ditembusnya? Perhatian UFO terhadap pusat-pusat tenaga listrik disorot oleh John Fuller dalam bukunya “Incident at Exeter”, yang mengungkapkan kejadian-kejadian sekitar matinya jaringan listrik secara spektakuler di New York, New Hampshire dan negara-negara bagian di sekitarnya di tahun enam puluhan. Dilaporkan adanya UFO-UFO kecil yang keluar dari induk-induknya yang kemudian mengambang di dekat kabel-kabel listrik tegangan tinggi dan menyentuhnya dengan perantaraan pipa yang dijulurkan. Hal yang serupa terjadi dalam kasus Schirmer (1967). Apakah UFO-UFO itu sedang menyelidiki ataukah mencuri listrik? 

Makhluk UFO
Menurut katalogus yang disusun oleh Dr.Jacques Vallee, dari 1.247 kasus penyaksian UFO jarak dekat tercatat 750 kasus pendaratan UFO itu, 300 kasus melaporkan disaksikannya makhluk-makhluk UFO di dalam atau di dekat wahananya yang mendarat itu. Wujud makhluk-makhluk UFO yang disaksikan itu berdasarkan tingginya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok umum, sedang karakteristik fisik dan tingkah laku masing-masing kelompok itu rupa-rupanya mempunyai kekhasannya sendiri-sendiri.

Ketiga kelompok umum itu ialah:
  1. Makhluk Kerdil. Tingginya hanya kurang lebih 3 1/2' (1 m). Sering berpakaian juru selam. Merupakan 60% atau mayoritas dari semua laporan makhluk UFO. 
  2.  Makhluk Normal. Seperti kita atau lebih pendek sedikit. Ada yang persis seperti kita, ada yang sedikit berbeda. Mencapai kurang lebih 30 % dari seluruh laporan makhluk UFO. 
  3. Makhluk Raksasa. Sangat jangkung (kurang lebih 7' = 2,1 m), umumnya dengan roman muka yang sangat jelek. Hanya merupakan kurang lebih 10% dari semua laporan makhluk UFO.

Dalam pada itu makhluk-makhluk UFO tersebut di atas memperlihatkan variasi-variasi, yang dapat dikelompokkan menjadi:
  • Makhluk-makhluk yang dapat bernafas bebas di dalam atmofir kita. 
  • Makhluk-makhluk yang memakai pakaian seperti juru selam. 
  • Makhluk-makhluk yang seperti robot.
  • Makhluk-makhluk yang seperti hewan.
 Makhluk Kerdil. Kelompol yang merupakan mayoritas ini ada yang berpakaian juru selam, sehingga wujudnya tidak kelihatan kecuali bahwa mereka itu kerdil, punya kepala, badan dan anggota badan. Makhluk kerdil yang tidak berpakaian juru selam dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu yang wujudnya bersifat manusiawi dan hewani. Jenis yang wujudnya manusiawi umumnya mempunyai ciri-ciri seperti kelompok makhluk normal dari jenis yang sedikit berbeda dari kita, yaitu kepala dan mata yang secara proporsional besar, hidung mulut, dan telinga yang kecil. Kecuali itu dia umumnya mempunyai dada serta anggota badan yang kekar.

Makhluk Normal. Separo dari jumlah makhluk normal yang pernah disaksikan terdiri dari makhluk-makhluk UFO yang persis seperti manusia bumi. Mereka tampak seperti orang Barat yang berambut coklat, pirang atau putih platina. Matanya coklat atau biru dan umumnya mengenakan pakaian seragam yang berwarna perak atau biru. Andaikata mereka berpakaian seperti manusia bumi, mereka dapat bergerak di tengah masyarakat ramai tanpa menimbulkan kecurigaan. Dan hal itu agaknya telah terjadi: dalam abad yang lalu mereka mendarat di Amerika Serikat dengan kapal-kapal udara yang pada waktu itu belum ada dan mengenakan pakaian menurut potongan masa itu. Dewasa ini di negara itu juga disinyalir orang-orang yang berpakaian serba hitam serta mengendarai mobil berwarna hitam yang misterius: mereka mendatangi para saksi UFO untuk mengambil pecahan logam dari UFO dan memerintahkan supaya tutup mulut sambil disertai ancaman. Para saksi mengira mereka petugas-petugas FBI. Ada pula yang menyamar sebagai perwira Angkatan Udara Amerika Serikat, tentang hal tersebut kemudian Markas Besarnya mengeluarkan surat edaran intern yang meminta perhatian para komandan tentang perwira-perwira gadungan itu. Demikian pula di antara mereka yang dibawa ke dalam UFO ada yang melaporkan bahwa mereka mengalami pemeriksaan medis oleh makhluk yang wujudnya persos seperti manusia bumi, mengenakan pakaian seorang dokter dan memakai kaca mata biasa!

Kelompok makhluk normal dari jenis yang sedikit berbeda dari kita umumnya mempunyai kepala yang besar, mata yang besar dengan sudut yang runcing dan miring ke atas seperti kucing, hidung, telinga dan mulut yang kecil serta bibir yang hampir tak kelihatan. Warna kulitnya putih, kuning, merah, kelabu atau hijau, hal tersebut mungkin dipengaruhi pula oleh keadaan penerangan sewaktu dilihat para saksi. Dari deskripsi tersebut dapat disimpulkan bahwa makhluk-makhluk itu secara proporsional mempunyai volume otak yang melebihi kita.

Makhluk Raksasa. Kelompok makhluk raksasa relatif jarang dilaporkan meskipun sudah dikenal dalam sejarah UFO sejak awal tahun 50 an. Raksasa Sutton dari kasus May & Lemon di Sutton, West Virginia (1952), merupakan laporan yang menggemparkan. Tingginya kurang lebih 10' (3 m), roman mukanya yang bulat itu berwarna merah darah dan berpeluh, sepasang mata yang bulat melotot keluar dan terpisah kurang lebih 1' (30 cm), badannya berwarna hijau dan menyala ketika diterangi sinar lampu. Raksasa itu memakai semacam rok berwarna hijau muda, dan pada punggungnya terdapat alat berwarna hitam berbentuk sekop seperti pada kartu bridge. Raksasa itu menuju ke arah para saksi dengan gerakan melayang sambil mengeluarkan bunyi bernada tinggi serta menyebarkan bau amis serta tembaga yang memuakkan. Di rumput tertinggal jejak seperti ski, namun tidak ada yang menekan tanah sehingga disimpulkan bahwa raksasa yang sebesar itu ringan saja. Kasus itu mungkin termasuk yang pertama-tama melaporkan gerakan melayang dari makhluk-makhluk UFO.

Makhluk raksasa lainnya dilaporkan dalam kasus di gurun pasir Arizona (1971), di mana 2 orang saksi diculik dan diperiksa oleh makhluk-makhluk raksasa setingi 7' sampai 9' (2,1-2,7 m). Mereka jelek tampangnya, dengan bahu yang menurun, kulit seperti kulit buaya, kaki seperti kaki gajah dan tangan dengan 3 buah jari dan itu jari yang masuk. Kecuali pemeriksaan medis dengan alat-alat seperti komputer yang serba otomatis, kepada salah seorang saksi juga diperlihatkan keadaan bumi di masa mendatang:

kilatan-kilatan cahaya yang menandakan ledakan-ledakan nuklur dalam Perang Dunia ke 3 yang akan terjadi pada tanggal 7 Juni 1985 pukul 12.00 waktu Arizona. Laporan makhluk raksasa yang mutakhir ialah yang terjadi pada malam hari tanggal 6 Desember 1978 di Torriglia, dekat Genoa, Itali. Saksinya ialah seorang penjaga keamanan swasta bernama Fortunato “Piero” Zanfretta, umur 26 tahun. Ia sedang menyelidiki cahaya-cahaya aneh di dekat sebuah villa yang semula disangka lampu senter dari para pencuri. Tiba-tiba ditepuk bahunya dari belakang dan dalam lampu senternya ia melihat wajah jelek yang mengerikan dari seorang raksasa setinggi kurang lebih 10' (3 m) Kulitnya berwarna hijau tua dan pipa-pipa aneh yang mendatar dan berwarna kelabu tua membungkus badannya. Makhluk-makhluk raksasa itu mempunyai kepala yang lebarnya 2' (60 cm) dengan sepasang mata berwarna kuning yang berbentuk segitiga, rambut yang berbentuk duri dan daun telinga yang meruncing. Saksi Zanfretta juga dapat melihat pembuluh darah yang merah di dahi, kulit yang berkeriput seperti orang tua, sesuatu yang berwarna kuning di dahi seperti mata ketiga, bibir yang tebal dan tangan serta jari-jari dengan kuku. Makhluk-makhluk raksasa itu berkomunikasi dengan saksi melalui sebuah alat yang berpijar dan mengatakan bahwa mereka datang dari galaksi ketiga. Mereka ingin berbicara dan berjanji sebentar lagi akan kembali lagi dan dalam jumlah besar.

Makhluk Bernafas Bebas. Makhluk-makhluk UFO yang dapat bernafas bebas di dalam atmosfir kita juga sangat mengherankan dan yang pernah disaksikan terdiri dari semua kelompok, baik yang kerdil, yang normal maupun yang raksasa.

Makhluk Berpakaian Juru Selam. Makhluk-makhluk UFO yang memakai pakaian seperti juru selam, kadang-kadang lengkap dengang alat pernafasannya, yang pernah disaksikan terdiri terutama dari kelompok kerdil dan normal.

Makhluk Seperti Robot. Makhluk-makhluk UFO yang seperti robot umumnya termasuk kelompok normal. Di dalam kasus Cisco Grove (1964) robot-robot itu tampak menyertai makhluk-makhluk UFO yang tingginya normal, dan membantu yang disebut terakhir itu di dalam usaha menculik saksi yang ternyata menemui kegagalan. Di dalam kasus Hickson dan Calvin (Pascagoula, 1973), robot-robot itu tidak mempunyai mata, namun berhasil menculik para saksi sebentar dan setelah suatu pemeriksaan medis dikembalikan ke tempat semula. Sementara penulis ada yang menganut pendapat, bahwa robot di Pascagoula itu mungkin makhluk UFO yang memakai pakaian juru selam pula. Namun adanya robot tidak dapat diingkari jikalau kita mengingat kasus Cisco Grove tersebut di atas.

Makhluk Seperti Hewan. Makhluk-makhluk UFO dari semua kelompok kerdil ternyata ada yang memppunyai wujud hewani dan yang pernah disaksikan terdiri dari jenis yang tanpa bulu dan ada pula yang berbulu tebal. Makhluk UFO yang seperti hewan tanpa bulu itu ada yang mempunyai kepala dan mata yang secara proporsional besar, mulut yang kecil tanpa bibir, daun telinga yang sangat lebar, lengan yang sangat panjang dengan tangan dan jari-jari yang berkuku panjang. Jenis itu muncul dalam kasus Kelly Hopkensville (1955) dan jikalau berpindah tempat dengan cepat ia tampat membungkuk ke depan sambil mempergunakan kedua tangannya, meskipun ia berdiri tegak apabila berjalan biasa. Macam lain ialah yang ukuran kepala secara proporsioanl normal, akan tetapi seluruh tubuhnya berbulu tebal dan mempunyai cakar. Makhluk-makhluk itu kepergok sedang memungut batu, kemudian menyerang para saksi (kasus Gonzales dan Ponce, Caracas 1954). Jadi mereka itu di samping berwujud hewani, juga galak. Di Prancis pernah dilaporkan makhluk seperti itu, akan tetapi matanya hanya satu dan terdapat di tengah!

Sifat dan Kemampuan Makhluk UFO. Meskipun tinggi dan wujudnya beraneka warna, makhluk UFO memperlihatkan sifat-sifat dan kemampuan yang seragam. Mereka kebal terhadap senjata api maupun senjata tajam. Mereka mempunyai kemampuan untuk loncat sangat tinggi, melayang dan terbang. Jikalau jatuh, mereka melayang ke bawah seperti benda yang ringan. Mereka, terutama yang mempunyai mata yang besar dan yang oleh para saksi disamakan dengan mata ular atau mata kucing, dapat menghipnotis dan berkomunikasi secara telepatis. Mereka juga dapat menghilang dan mengejawantah. Syukur bagi kita, sampai sekarang makhluk UFO memperlihatkan sifat-sifat non destruktif dan kegiatan eksplorasinya mencerminkan pula sifat ingin tahu dan ketabahan serta ketetapn hatinya. Makhluk UFO, kecuali yang persis seperti anusia bumi, juga memperlihatkan sifat peka terhadap cahaya, sehingga mereka tampaknya lebih menyukai tempat-tempat yang gelap dan beroperasi pada malam hari.

Manakah Makhluk UFO yang Asli? Andaikata makhluk UFO hanya ada satu jenis saja, tidak akan timbul pertanyaan ini. Di dalam kenyataan makhluk-makhluk UFO yang pernah dijumpai mempunyai wujud yang beraneka warna, sehingga menimbulkan pertanyaan, yang manakah sebenarnya makhluk UFO yang asli? Sebagaimana dimaklumi, di dalam garis besarnya makhluk-makhluk UFO itu memperlihatkan persamaan maupun perbedaan.

Persamaan yang diperlihatkan makhluk-makhluk UFO sebagai berikut:
  1. Betapapun perbedaan antara makhluk-makhluk UFO itu, mereka semuanya merupkan satu tim di dalam rangka pelaksanaan kegiatan UFO di bumi kita.
  2. Mereka disaksikan di dalam rangka hubungan kegiatan UFO. 
  3. Mereka disaksikan dalam jangka waktu terbatas. 
  4. Mereka memperlihatkan persamaan dalam sifat dan kemampuannya.
 Sebaliknya makhluk-makhluk UFO juga memperlihatkan perbedaan sebagai berikut:
  1. Wujud makhluk Ufo ada 2 macam, yaitu yang persis seperti kita dan yang berbeda dari kita. 
  2. Makhluk UFO ada yang dapat bernafas dengan bebas di dalam atmosfir kita dan ada yang memakai pakaian juru selam.
  3. Makhluk UFO ada yang tidak peka terhadap cahaya di sini (yaitu yang persis seperti kita) dan ada yang peka terhadapnya (yaitu yang wujudnya berbeda dari kita).
 Dijumpainya makhluk-makhluk UFO yang persis seperti kita amat mengherankan, oleh karena anggapan umum bahwa jikalau berasal dari luar bumi, maka dapat dipastikan bahwa wujud makhluknya akan berbeda dari kita. Yang seketika menimbulkan persoalan yang hangat ialah pertanyaan, siapakah gerangn makhluk UFO yang persis seperti kita itu? Pada dasarnya jawaban atas pertanyaan itu berkisar kepada 2 macam kemungkinan, yaitu mereka itu manusia bumi ataukah makhluk UFO.

Jikalau mereka itu manusia bumi, boleh jadi:
  1. Mereka ialah manusia bumi yang tidak diketahui asal usulnya dan yang bertanggungjawab atas kegiatan UFO atau berpartisipasi dalam kegiatan UFO; 
  2.  Mereka telah diculik oleh makhluk-makhluk UFO lalu dididik menjadi pembantu-pembantu mereka khusus dalam eksplorasi di bumi ini; 
  3. Mereka ialah keturunan manusia bumi yang telah diculik kemudian dibawa ke planet asal UFO atau ke pangkalan UFO; 
  4. Mereka ialah hasil proses “cloning”, yaitu berasal dari jaringan yang diambil dari tubuh manusia bumi (sering dilaporkan oleh orang-orang yang mengalami pemeriksaan medis di dalam UFO), yang kemudian ditumbuhkan menjadi manusia seutuhnya di laboratorium mereka.

Jikalau mereka itu makhluk UFO atau alat buatan makhluk UFO, boleh jadi:
  1. Mereka ialah makhluk UFO yang menyamar sebagai manusia bumi dengan memakai kedok, pakaian, dan sebagainya, atau mungkin dengan pembedahan plastik dan lain-lain. 
  2. Mereka ialah makhluk UFO yang dijadikan “Cyborg” (Cybernetic Organism), yaitu sudah dirombak tubuh fisiknya sehingga sesuai dengan lingkungan bumi. 
  3. Mereka merupakan robot atau androida buatan makhluk UFO yang sangat sempurna. 
  4. Mereka ialah makhluk UFO yang berubah wujud menjadi manusia bumi entah secara paranormal, entah secara teknologis.
 Dari ulasan tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa persangkaan makhluk-makhluk UFO yang wujudnya persis seperti kita memang manusia-manusia bumi yang bertanggung jawab atas kegiatan UFO, sulit dipertahankan terutama di dalam menghadapi hal-hal seperti:
  1. Pertanyaan. Siapakah makhluk-makhluk UFO yang wujudnya berbeda dari kita dan bagaimanakah hubungannya? 
  2. Sinyalemen. Sampai sekarang belum pernah dilaporkan kasus, di mana kedua jenis makhluk UFO itu disaksikan bersama dan di mana makhluk yang persis seperti kita itu bertindak sebagai pemimpinnya.
 Jadi, terdapat petunjuk-petunjuk bahwa makhluk-makhluk UFO yang persis seperti kita adalah sekadar pembantu atau mungkin alat atau bahkan pengejawantahan dari makhluk-makhluk UFO yang asli.

Mengenai makhluk-makhluk UFO yang wujudnya berbeda dari manusia bumi, yang manakah makhluk UFO yang asli? Apakah yang raksasa, ataukah yang normal akan tetapi yang berbeda sedikit dari kita, ataukah yang kerdil? Meskipun tinggi dan perincian tubuh fisiknya berbeda, namun makhluk-makhluk UFO itu memperlihatkan persamaan-persamaan baik dalam bentuk maupun dalam sifat dan kemampuannya. Dr.J.A.Hynek secara tepat menunjuk kepada keadaan umat manusia di bumi bahwa terdapat banyak variasi dalam tinggi badan, mulai dari 7' (2,1 m) pada suku-suku tertentu di Afrika sampai kepada sekitar 4' (1,2 m) pada suku-suku Pygmee di Afrika dan Irian Jaya. Mayoritas manusia bumi mempunyai tinggi sekitar 1,60 m. Jikalau tinggi makhluk-makhluk UFO yang berkunjung kemari diambil sebagai ukuran, dapat disimpulkan bahwa di planet tempat asalnya, atau setidaknya di dalam korps antariksawan mereka, mayoritas orangnya terdiri dari orang-orang kerdil.

Sesuai petunjuk tersebut di atas, di dalam mencari makhluk UFO yang asli, kita jangan membatasi diri kepada satu kelompok makhluk semata-mata, melainkan dengan analogi keadaan umat manusia di bumi, maka makhluk-makhluk UFO itu pun tentunya terdiri dari berbagai macam bangsa yang mempunyai ukuran dan wujud fisik yang beraneka ragam, meskipun dalam pada itu masih memperlihatkan ciri-ciri tertentu pula. Seperti telah disebut di muka, ciri-ciri tertentu dari makhluk UFO itu ialah:
1.      Peka terhadap sinar cahaya di bumi kita.
2.      Terbagi dalam jenis yang dapat bernafas bebas di dalam atmosfir bumi, dan jenis yang memakai pakaian seperti juru selam.

Sinyalemen tersebut di atas menunjukkan bahwa makhluk UFO yang wujudnya berbeda dari kita merupakan suatu umat manusia yang telah berkembang di bawah naungan suatu matahari yang terangnya atau malahan spektrumnya berbeda dari matahari kita, hal tersebut membuat mereka peka terhadap sinar cahaya di bumi kita.

Mengenai adanya makhluk-makhluk UFO yang sebagian dapat bernafas denganbebas di dalam atmosfir kita, sedang yang sebagian lagi memakai pakaian seperti juru selam, dapat diterangkan dengan 2 macam kemungkinan.

Kemungkinan pertama ialah bahwa atmosfir di planet tempat asal mereka itu berbeda dari atmosfir di sini, entah dalam kepadatannya, entah dalam susunannya, sehingga makhluk-makhluk UFO itu terpaksa memakai pakaian seperti juru selam apabila sedang berada di sini. Jikalau benar demikian, maka makhluk-makhluk UFO yang tampak bernafas dengan bebas di dalam atmosfir kita mungkin mampu berbuat demikian hanya untuk suatu jangka waktu yang terbatas, atau mereka itu telah diubah menjadi “Cyborg”.

Kemungkinan kedua yaitu bahwa secara kebetulan atmosfir di planet tempat asal mereka itu sama atau mirip dengan atmosfir bumi kita. Hal yang dapat merupakan jawaban mengapa sebagian makhluk-makhluk UFO itu dapat bernafas dengan bebas di sini. Akan tetapi jikalau benar demikian, mengapakah sebagian lainnya memakai pakaian seperti juru selam? Pertanyaan itu dapat dijawab dengan berbagai kemungkinan:
  1. Jawaban yang paling sederhana ialah, bahwa makhluk-makhluk UFO yang dimaksud baru saja datang dari bulan atau planet lain atau angkasa luar tempat mereka memerlukan pakaian tersebut. 
  2. Mereka sudah dijadikan “Cyborg”. untuk beroperasi di tempat-tempat yang berbeda dari lingkungan bumi kita. 
  3. Mereka berasal dari tempat yang berbeda sekali lingkungan alamnya, meskipun masih di planet yang sama dengan makhluk-makhluk UFO lainnya.
 Mengenai laporan-laporan penyaksian makhluk-makhluk UFO yang hewani wujudnya memang sulit bagi kita untukmembayangkan bahwa mereka ialah makhluk-makhluk UFO yang paling atas tingkatannya: jikalau mereka dapat menciptakan wahana-wahana antariksa antarbintang, mengapa mereka tidak pula membuat gunting kuku? Observasi ini menunjuk kepada suatu kemungkinan yang di bumi kita belum pernah dipikirkan, yaitu apakah makhluk-makhluk UFO di dalam eksplorasi antariksanya juga mempergunakan binatang-binatang yang terlatih? Ataukah mereka itu menciptakan robot-robot dengan wujud sedemikian yang di samping untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu juga berfungsi untuk mempelajari reaksi kita terhadapnya? Ataukah guna eksplorasi di bumi kita mereka sengaja memilih makhluk atau androida-androida kerdil guna mengurangi efek psikologisnya terhadap kita? Hal itu mengingat secara naluri kita lebih takut menghadapi raksasa daripada menghadapi makhluk kerdil.

Mengenai roman muka makhluk UFO raksasa yang buruk dapat dicatat bahwa indah dan jelek ialah pengertian yang relatif dan subyektif. Aapa tahu makhluk-makhluk UFO juga tidak kalah ngerinya apabila berjumpa dengan manusia-manusia bumi (apalagi setelah mengamat-amati perbuatannya). Suatu hal yang mungkin dapat menenteramkan hati kita ialah bahwa setidak-tidaknya wujud dan tampang makhluk-makhluk UFO itu tidak seseram yang dibayangkan di dalam cerita-cerita khayalan ilmiah. Setidak-tidaknya makhluk-makhluk UFO yang sampai sekarang dijumpai masih terdiri dari kepala, badan dan anggota badan yang berjalan dengan tegak dan bukan berbentuk misalnya seperti seekor kepiting yang merangkak. Mengenai makhluk-makhluk UFO raksasa yang berwajahjelek dapat dicatat, bahwa di dalam seni wayang maka raksasa-raksasanya juga selalu berwajah jelek.

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan, bahwa makhluk UFO yang asli rupa-rupanya merupakan suatu umat manusia yang mayoritasnya terdiri dari manusia kerdil, sepertiganya manusia biasa dan minoritasnya manusia raksasa. Tingkat terang atau bahkan spektrum matahari mereka berbeda dari matahari kita dan rupa-rupanya matahari mereka berbeda dari matahari kita dan rupa-rupanya lebih cenderung ke arah inframerah. Planet asal mereka memiliki atmosfir yang susunannya sama atau lebih besar dari gaya tarik bumi. Untuk keperluan eksplorasi angkasa luar, makhluk UFO memperkuat korps antariksawannya dengan hewan-hewan terlatih, robot-robot dan manusia bumi yang mereka culik, turunannya atau tiruannya.
(J. Salatun)

Kalau kamu udah baca Part 1 trus baca part 2 ini, pasti tambah penasaran.....
Trus gimana Efek dari UFO itu sendiri dan darimana sebenarnya UFO berasal...?
Pastinya ada di part UFO3 Gan, Lanjut......

comment 0 comments:

Posting Komentar

 
© Dewa Krisna | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger